Senin, 10 November 2008

Noona, Saranghaeyo! (누나, 사랑해요!)

Young-Min
Young-Min sangat panik ketika menyadari tangan Kalina terlepas dari genggamannya. Ketika ia menoleh ke belakang, gadis itu sudah terduduk di lantai dan tampak sangat kesakitan. Tanpa berpikir panjang, Young-Min pun segera menggendong Kalina di punggungnya dan membawanya keluar dari kerumunan secepat mungkin. Ia sama sekali tidak mau menurunkan Kalina, hingga mereka berhasil tiba di area outdoor yang jauh lebih sepi.
Noona… gwenchanayo?”
“Kakiku sakit sekali,” sahut Kalina dengan bibir bergetar. “Mungkin tadi terkilir saat jatuh.”
Mata Young-Min langsung tertuju pada sepatu kanan Kalina yang haknya sudah patah. “Ah, bagaimana tidak terkilir.. coba lihat, haknya saja patah begini..”
“Ah, kau benar.. seharusnya aku tidak memakai sepatu seperti ini, sudah tahu akan banyak bergerak.” Kalina tersenyum kecut sambil memijit-mijit kakinya sendiri. “Mianhae, sampai merepotkanmu begini.”
Young-Min menggeleng cepat, lalu tersenyum. “Tidak, Noona sama sekali tidak merepotkan,” sahutnya. “Sekarang, sebaiknya kita pulang saja.”
“Pulang bagaimana? Kita kan baru sebentar disini! Kau bahkan belum sempat mencoba Bungee Drop yang kau impi-impikan itu!” Kalina mencoba berdiri dengan susah payah. “Lagipula kita belum menemukan yang lain. Lebih baik, sekarang kita mencoba mencari mereka sekali lagi. Nanti kalau sudah ketemu, kita kan bisa meneruskan bermain lagi!”
Mendengar perkataan gadis itu, Young-Min tidak bisa tidak tersentuh. Meskipun keringat sudah melunturkan make up-nya dan kakinya sudah nyaris tidak bisa digerakkan, ia masih sempat memikirkan orang lain. Ia sama sekali tidak mementingkan dirinya sendiri.
“Meneruskan bermain bagaimana? Aku tidak mungkin bisa bermain dengan tenang kalau Noona kesakitan begitu,” sahut Young-Min pelan sambil meraih tangan Kalina. “Kita pulang saja, ya?”
“Tidak! Aku tidak mau!” Kalina bersikeras. Ia bahkan mencoba berjalan sekarang. “Aku tidak mau liburan kita gagal karena kakiku ini!”
“Tidak apa-apa, Noona. Sungguh. Kapan-kapan kan kita masih bisa kemari lagi,” ujar Young-Min sambil memapah Kalina. “Dan, tentang para Hyong, Noona juga tidak usah khawatir. Nanti aku akan mengirim pesan supaya mereka tahu kalau kita sudah pulang duluan.”
Kalina menghentikan langkahnya yang terseok-seok, lalu menatap Young-Min dengan ragu. “Tapi…”
“Sudahlah,” potong Young-Min. “Ayo.. cepat naik lagi ke punggungku. Aku akan menggendong Noona sampai ke depan, setelah itu kita mencari taksi.”
“Apa tidak apa-apa? Bukankah aku berat sekali?” Kalina masih tampak ragu.
“Memang sedikit berat…” Young-Min tertawa kecil. “Tapi, tidak apa-apa. Asal Noona tidak merasa sakit, menggendongmu sampai ke rumah juga tidak masalah.”
“Ah.. gomawo..” Kalina tersenyum lembut, lalu naik ke punggung Young-Min yang sudah berjongkok di depannya. Gadis itu tidak bicara apa-apa lagi selama mereka mencari taksi. Bahkan, dalam perjalanan pulang pun tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. Ia hanya memandang keluar jendela dalam diam, wajahnya tampak sangat lelah.
Setibanya di apartemen, Young-Min kembali menggendong Kalina sampai ke kamar tidurnya. Ia bahkan sempat mengoleskan salep analgesic di pergelangan kaki Kalina yang terkilir sebelum membiarkan gadis itu beristirahat.
Noona sebaiknya tidur saja,” ujar Young-Min sembari menyelubungi tubuh Kalina dengan selimut. “Aku akan menunggu di luar. Jadi, kalau Noona membutuhkan sesuatu tinggal berteriak saja.”
“Ah, gomawo…” Kalina meraih tangan Young-Min lalu tersenyum lembut. “Tapi kau tidak perlu menunggui aku. Kau sendiri juga pasti sangat lelah. Kembali ke apartemenmu sendiri dan beristirahatlah!”
Setelah menimbang-nimbang sebentar, akhirnya Young-Min mengangguk. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Ia memang sangat lelah. Setelah berputar-putar keliling Lotte World yang begitu besar, ia masih harus menggendong Kalina sampai ke lantai tiga. Namun, Young-Min sama sekali tidak menyesali tindakannya itu. Ia justru sangat gembira. Bisa berada begitu dekat dengan Kalina, bisa menggenggam tangannya, bisa menolong saat gadis itu membutuhkannya, membuat Young-Min merasa sangat gembira. Ia juga mulai berani berharap, paling tidak setelah hari ini Kalina tidak akan hanya menganggapnya sebagai dongsaeng lagi.
++

Kalina, gadis berdarah Indonesia yang sudah tiga tahun tinggal di Seoul untuk melanjutkan studinya di Kyung Hee University. Hidupnya yang semula tenang dan datar, berubah drastis sejak kedatangan lima orang tetangga baru yang menghuni apartemen di seberang tempat tinggalnya. Kelima laki-laki yang masih berusia belasan itu, perlahan-lahan mulai memercikkan warna pada hari-hari Kalina dan membangun hubungan noona-dan-dongsaeng yang kuat. Hingga akhirnya sebuah pengakuan terlontar, dan membawa perubahan besar disaat mereka sudah sama-sama tidak bisa hidup tanpa yang lain. Apa yang akan dilakukan Kalina, ketika ia sadar bahwa ia tidak bisa kembali pada hari-harinya yang datar dan tanpa warna?

MY NEW NOVEL...
Title: "Noona, Saranghaeyo!" (누나, 사랑해요!)
Author: Ayu Rianna

-----------------------COMING SOON-----------------------




Dictionary
Noona : panggilan untuk perempuan yang lebih tua (oleh laki-laki)
Hyong : panggilan untuk laki-laki yang lebih tua (oleh laki-laki)
Dongsaeng : adik
Gwenchanayo? : Apa kau baik-baik saja?
Mianhae : maaf
Gomawo : terima kasih

Selasa, 19 Agustus 2008

Give up...

"I know how to hide
All my sorrow and pain
I’ll do my crying in the rain"
Everly Brothers - Crying In The Rain
Aku ngerasa semuanya bull shit. Ada yang bilang sayang, tapi ternyata nggak pengertian. Ada yang bilang sahabat, tapi ternyata nggak pernah ada. Ada yang bilang temen, tapi ternyata nusuk dari belakang.
Ada yang bilang "Aku bakalan bantu kamu..."
Ada yang bilang, "Kita bakal tetep temenan kan?"
Ada yang bilang, "Jangan ngomong gitu, kamu nggak bakalan sendirian."
Tapi ternyata apa? Dimana mereka waktu aku butuh bantuan? Dimana mereka waktu aku tertekan? Dimana mereka waktu aku sendirian? Nggak ada. Nggak ada satu pun. Bahkan orang yang bilangnya bakalan selalu ada di deketku pun nggak nongolin batang hidungnya waktu aku kesepian. Apalagi waktu aku kesusahan. Dan sekali-kalinya mereka nongol, mereka maksa aku buat MEMALSUKAN senyum, maksa aku buat cerita macem-macem, dan sok ceria (hal-hal yang paling aku benci belakangan ini: senyum dan ceria), bukannya ngasih duduk diem disampingku untuk sekedar ADA, dan ngebiarin aku jadi diriku sendiri dan nggak nuntut aku buat jadi orang lain. Jadi, kalo cuma itu yang mereka lakuin setiap hari, jangan salahin aku kalo aku bilang semua omongan mereka yang manis-manis itu bullshit.
Aku tau, manusia nggak akan pernah bisa hidup sendiri. Semua orang tau kalo manusia nggak akan bisa hidup sendiri. Manusia makhluk sosial, yang bakal selalu butuh manusia lain buat bertahan hidup. Tapi, ada nggak yang bisa ngasih tau aku... aku mesti gimana kalo SEMUA manusia yang tadinya aku jadiin 'pegangan' malah pergi ninggalin aku dengan caranya sendiri-sendiri? Gimana caraku bertahan hidup kalo kaya gitu? Apa aku harus ngejar-ngejar mereka, ngemis biar mereka selalu ada di deketku, selalu ngertiin aku, selalu ngehibur aku?
Aku nggak pernah mau hidup sendiri, seneng sendiri, sedih sendiri.. apalagi mati sendiri. Tapi, kalo semua orang udah nggak ada buat aku, apa lagi yang bisa aku lakuin selain ngejalanin hidupku sendiri? Biar sepi, tapi aku tetep harus ngejalanin hidupku sendiri, kan? Iya, kan?
"You’ll never see my complain
I’ll do my crying in the rain"

Minggu, 10 Agustus 2008

Quotes

"If I can give up the whole world
At least there is still you for me to treasure
And you are here..
That is the miracle of life"
SJM - At Least I Still Have You

"I wish you stood there like the first time
Just for a little while
Just like the memory
Where even the tears shone"
DBSK - Remember

"I close my eyes and imagine you, that's enough.
Even if the season leaves me behind, and tries to change it's color.
I'll search for you in my memory. That's enough."
Ken Hirai - Close My Eyes

"You held my hand in the dark
Without a word, you watched over me
You must have had a harder time than I did
You must have worried more than I did
Because of you I was able to stand

Thank you…"
Super Junior - Thank You

"I can’t have it
but when I see you, my heart is struck with pain
No matter how I erase and forget
I’m left with the words: in the end it wasn’t me"
Jeong Jae Wook - Two Words

"One day.. just one day..
I wish we could meet not as friends, but as me as your man.
Honestly, I’m not interested in friendship.
Just for one day.."
Cho Kyuhyun feat. CJSH - 하루만

"If only it was me, the person that she loves
If only it was me, for so many countless days
I have prayed like the green trees, like the silent starry stars
as I look at her… would she know?"
Na Yoon Kwon - If It Was Me

"I want to hate you
But, seeing you so happy next to another person is exhausting.."

Super Junior - 미워

"I can't erase the memory for one second
I just think of you, I can't do anything
I look at the slow time
Where are you? What are you doing?"

Super Junior K.R.Y. - 한 사람만을

"I say I want to know
When I see you I begin to shake with nervousness
No matter how I try to turn away and tell myself it isn’t true
But in the end, it’s you"
Jeong Jae Wook - Two Words

"I was so fortunate to able to meet you,
because you'd make me smile by just being near
I could find you even if you go far away over there,
because you're smiling inside of me"

Super Junior - Believe

"The wind of the morning becomes cold, nothing in my arms
Whose arms are you in at this moment?
I woke up holding my dream, the world in front of my eyes becomes blurry
The memories with you are running away, happiness left as well
I come holding my loneliness, will you hear my heartbreak?"
SJM - 我抱着我


*kalimat-kalimat diatas dikutip dari TERJEMAHAN lagu-lagu yang penyanyi dan judulnya udah ditulis dibawah tiap bait. boleh ngutip buat dikasih ke pacarnya ato siapanya, asal JANGAN NYURI. tulislah judul lagu dan penyanyinya juga, jangan diaku punya sendiri. AWAS ATI-ATI DOSA!

Jumat, 08 Agustus 2008

C O M E B A C K

Waaa.. setelah kembali dari hibernasi selama hampir 5 bulan, akhirnya aku kembali ke kancah per-(go)blog-an! Maklum deh, orang sibuk. Sibuk belajar (!), sibuk nulis, sibuk liburan, sibuk cuci mata, sibuk belanja, sibuk ngegosip, sibuk pacaran... wtf lah, yang penting sekarang aku sudah kembali!! Yihaaaa! *applause*
Banyak hal yang berubah selama 5 bulan itu. Warna rambut berubah (from light-golden-brown to mocca). Warna kulit berubah (dari sawo mateng jadi sawo terlalu mateng alias bosok karena kebanyakan berjemur di Bali). Warna gigi berubah (karena udah pake pasta gigi whitening). Bentuk rambut berubah (sekarang lebih pendek dan udah bisa diurai bo! kan trend 2008 sexy-curly-messy). Bentuk badan berubah (tambah gendut! makan mulu sih). Selera film berubah (sekarang udah MAU nonton apa aja, kecuali komedi seks, apalagi bokep). Selera musik berubah (Super Junior rocks! K-pop rocks!). Selera bacaan berubah (When A Man Lost Woman, semacam novel-novel cinta yang agak berat gitu). Selera nulis berubah (lebih gloomy?). Selera mikir berubah (sedikit lebih dewasa?). Selera makan berubah (from Bu Santi to Bu Pini alias masakan mbak pembantu dirumah). Selera minum berubah (from Hot Chocolate to Hot Green Tea Latte NO SUGAR). Kalo selera cowok juga berubah nggak ya? Jangan tanya ah.
Selain yang berubah-berubahan itu, banyak juga cerita yang belum sempet diposting. Ada cerita waktu di Sinagpore, waktu di Kaliandra, waktu di Bali, dan waktu-waktu lainnya. Tapi ntar aja deh ah sambung lagi....

Kamis, 27 Maret 2008

Fenomena Ayat-ayat Cinta

Lamanyaaaaa.. lamanya blog ini tak tersentuuh. Oh. Moga2 ga haus belaian kaya pemiliknya. Abisnya aku baru pulang kemaren sabtu, masi sangat jet lag (coming soon: post about my crazy holiday), dan langsung dibikin kurang tdiur dua malem demi ngerjain tugas-tugas sontoloyo itu. maen internet aja baru kemaren waktu cari bahan buat paper. Sial. Katanya kuliah itu asik, lebih asik daripada sekolah. Ternyata? Mbelcrut!

Oh, sutralah. Bukan itu yang mau aku omongin, soalnya.

Ini soal Ayat-ayat Cinta. Semua udah nonton filmnya? Busuk, kan? Tentu. Tapi bukan soal itu juga. Ini soal novelnya yang katanya fenomenal dan sudah menembus angka ratusan juta kopi, apa mungkin ribuan apa milyaran, aku ga tau. Yang jelas, buku itu. buku yang nggak bakal mau aku baca sampe.. sesuadah aku nikah, mungkin. Aku nggak suka sih sama novel-novel Islami gitu, bikin ngerasa banyak dosa. Gimana nggak, si Fahri itu kalo ngeliat cewe sebentar aja udah istighfar berkali-kali. Sementara aku? Kalo kepalanya belum digetok pake buku, matanya nggak bisa lepas dari makhluk-makhluk ganteng. Tapi bukan berarti aku jelalatan lho ya. cuma kalo ada yang ganteng aja kok. Hoho.

Eh, ngelantur. Bukan itu yang aku mau omongin.

Gini. Kemarin aku ke toko buku dan mendapati satu box di depan pintu masuk bertuliskan “buku laris” dengan novel Ayat-Ayat Cinta dipajang di atas sendiri. Itu sih biasa. Tapi coba liat deh novel-novel di sampingnya, miringin kepala dikit… yak, itu dia. Novel-novel disebelah-belahnya dengan warna sama desain cover yang mirip Ayat-ayat Cinta, dengan nama pengarang yang mirip juga. Dan semua novel itu lengkap sama embos tulisan merah melingkar gitu, yang bacanya: NATIONAL BEST SELLER. Dan kalo kamu jeli, kamu bakal nemuin semua judul novelnya berakhiran CINTA. Malah ada beberapa yang ekstrim banget, judulnya ikut-ikutan pake pengulangan kata (repetisi ato apa gitu bahasa sekolahannya). Contohnya: Sabda-sabda Cinta, Dzikir-dzikir Cinta, Langit-langit Cinta. WHY? Kenapa Indonesia kental banget budaya tirunya? Begitu AAC booming, semua novel langsung dibuat mirip gitu. Taruhan, isinya pasti setipe juga. Ya ampun. Eh, tapi mungkin besok aku mau ikutan juga deh bikin novel. Judulnya: Melantunkan Ayat-ayat Di atas Sajadah Cinta yang Berbuah Surga
Hoho, wagu ya.
Mungkin ada yang mau nyumbang ide?
Teman-teman?

Kamis, 06 Maret 2008

Aku selalu sayang mereka...

Aku selalu sayang mereka semua. Aku selalu kangen saat2 bareng mereka. Waktu kita masih kecil, masih sering ngumpul bareng. Meskipun kita selalu rebutan,nan aku selalu kalah, tapi aku sayang mereka. Mungkin aku nangis dibelakang, mungkin aku iri di belakang. Tapi aku selalu sayang mereka. Mereka semua sodara2 aku. Aku nggak pernah mau kehilangan momen sama mereka. Tapi kenapa mereka selalu diperlakukan lebih dari aku? Apa bedanya aku sama mereka? Aku juga sama2 cucu di keluarga ini. Aku juga sama2 punya darah yang ngalir di tubuh mereka. Tapi kenapa aku selalu dibedain? Aku salah apa? Aku sayang mereka. Aku tulus. Aku nggak pernah minta apa2. Tapi kenapa aku selalu dapet perlakuan nggak adil? Padahal aku sayang mereka. Aku bener-bener sayang mereka.

Minggu, 02 Maret 2008

Lagu dan Kenangan (Part II)

Lagi : lagu yang ngingetin aku sama sebuah peristiwa, sebuah benda, atau sebuah makhluk hidup.

Roman Picisan – Dewa
Inget: romantika masa SD (aihh). Waktu aku pertama kali naksir cowok yang temen sekolah. Cinta monyet. Aku naksirnya sampe empat taunan lho, tapi sayang sekali cintaku bertepuk sebelah tangan. Dan sampe sekarang, aku nggak pernah denger lagi kabarnya mantan gebetanku itu. Ada yang tau dimana dia? Tania, mungkin?

Slank – Ku Tak Bisa
Ingat : Nabil. Nabil. Nabil. Nabil. Kenapa setiap mau putus, lagu ini selalu ada di radio? Apa ini petunjuk dari Tuhan biar ga jadi putus? Mungkin.

Love Song – 311
Inget : aku selalu inget orang yang selalu inget sama aku tiap denger lagu ini. Nah lo, ingatan berantai namanya ini. Karena orang itu inget aku tanpa alasan yang jelas dan membingungkan, maka aku juga inget dia tanpa alasan yang jelas dan membingungkan. Sama bingungnya sama kamu saat baca tulisan ini, hehe.

Menjaga Hati – Yovie & Nuno
Inget : Tania (maav sayang, aku tulis namamu lagi dengan terang-terangan) dan seorang teman berinisial A yang pernah bilang kalo dia lagi suka lagu ini. Inget Mas Kiki sama Ian juga, pas ada lagu ini di radio mereka nyanyi teriak2 gitu. Dasarr, macho tapi ko lagunya mellow amat!

Nokia Mawut – Anonim
Inget : DAMAR! Haha. Sebenernya ini bukan lagu, soalnya file-nya wma dan nggak ada musik2nya sama sekali. Tapi nggak pa-pa, pokoknya jadi inget Damar. Mau tau gimana bunyinya? “Maaf, telepon yang Anda tuju sedang berhubungan intim, silakan tinggalkan pesan setelah bunyi aah, aah, uuh, oh yeah, oh fuck, ooh shit (bunyi orang yang sedang begituan, masyaallah)”

Hanya Untukmu – Ten2Five
Inget : Ian. Waktu di kejebak macet di Jakarta (aku lupa di jalan mana, abisnya dimana2 macet sihh), kita uda sama2 ngantuk, sama2 kedinginan, sama2 lagi nggak jelas perasaannya… eh tau2 ada lagu ini di radio. Nyanyilah kita bareng2..

Love Grows – Edison Lighthouse
Inget : Mr. El, guru LIA. Pas Valentine kemarin, di LIA dia muter VCD karaoke gitu. Lagu lama, mungkin sekitar 70-an gitu. Cukup asik. Tapi yang nyanyi itu lho… jadul bangett. Tapi seru lagunya. Gara2 itu, aku jadi ketagihan dengerin lagu2 taun 60-70an. Aduh.

Sempurna – Gita Gutawa
Inget : SEMUA ORANG YANG AKU CINTA. Tadinya aku benci banget lagu ini. Benci Gita Gutawa sih sebenernya. Tapi gara2 nonton film LOVE yang bikin aku termehe-mehe, akhirnya jadi jatuh cinta sama lagunya. Sekarang jadi keranjingan, dan setiap denger selalu jadi kangen sama… seseorang. Eh, bukan seseorang. Beberapa orang yang aku cinta.

You’re One In A Million – Backstreet Boys
Inget : seseorang yang “one in a million”. Siapa? Aku juga nggak tau. Mungkin seseorang di masa depan. Atau dimasa kini yang bakal menjadi masa depan?